WHAT'S NEW?
Loading...

MEMONITOR RASPERRY MELALUI VNC VIEWER VIA CABLE LAN


        


Bagi pemula tentu sangat sulit jika raspberry dioperasikan tanpa monitor eksternal, terlebih lagi harus dibawa kemana – kemana, tidak terbayang bukan anda harus membawa monitor kemana pun anda pergi terlebih lagi berat monitor bukan sekilo. Tapi perlu anda ketahui raspberry bisa di monitor tanpa harus membawa monitor eksternal. Sebagai langkah awal anda boleh saja menghubungkan raspberrypi dengan monitor atau televisi menggunakan kabel HDMI. Nantinya kita akan set SSH dan IP Statis pada raspberry supaya nanti bisa di remot melalui aplikasi VNC Viewer supaya nanti bisa kita set layar laptop kita sebagai layarnya Raspberry Pi.

Download VNC disini

Langkah Pertama :
Hubungkan raspberry pi dengan monitor dan hidup power supply sampai booting selesai. Ini adalah tahap sebelum raspberry bisa di remote melalui layar laptop

Sambungkan rapberry dengan laptop menggunkan kabel LAN tipe cross

Perhatikan pada bar atas yang terdapat ikon Bluetooth dan jaringan. Klik kana pada ikon jaringan dan pilih “wireless & wired network setting”

Pada “Network Preferences” di tab “Configure” pilih “interface” dan disampingnya pilih “eth0”
Kemudian berikan IP Statis pada kolom IPv4 seperti berikut 192.168.1.10 kemudian Apply dan Close.

Langkah selanjutnya buka terminal raspberry dengan klik ikon ini >_ dan ketikkan sudo raspi-config sampai muncul tampilan berikut.














Selanjutnya pilih 5 Interfacing Options dan “Enabled” kan SSH dan VNC



Setelah semua selesai reboot raspberry pi dan selanjutnya download VNC Viewer untuk desktop anda misalkan untuk kita akan meremot raspberry di windows 10. Maka download VNC untuk windows 10 dan install seperti biasa.
Selanjutnya setting IP Ethernet di windows 10 dengan ip 192.168.1.11
Untuk langkahnya seperti biasa “Network Sharing Center” dobel klik pada Ethernet dan pilih “Properties” dan dobel klik pada “TCP/IPv4” dan setting seperti berikut kemudian oke.




Buka aplikasi VNC dan berikan IP yang telah di setting pada Raspberry 192.168.1.10 masukkan user sebagai pi. Password default raspbian.




MENGINSTALL RASPBIAN OS PADA RASPBERRY PI


MENGINSTALL RASPBIAN OS PADA RASPBERRY PI
 

          Untuk langkah awal persiapkan bahan yang akan digunakan nantinya pada saat mengintal raspbian pada raspberry pi.
Bahan yang diperlukan yaitu :
1.      Unit Raspberry Pi
2.      Memory Card + Card Reader
3.      SDCard Formatter Download
4.      Etcher Download
5.      File Image Raspbian  Download

Langkah Pertama :
Download file image Raspbian disitus https://www.raspberrypi.org/downloads/

Download juga installer Etcher pada situs http://www.etcher.io software etcher ini dimana nantinya digunakan untuk melakukan instalasi OS Raspbian didalam SDCard.

Download Juga SDCard Formatter di http://www.sdcard.org/downloads/formatter_4/

Langkah Kedua :

Masukkan Memory Card kedalam Card Reader , Memasukkannya ke dalam port USB

Setelah itu buka software SDCard Formatter, Kita lakukan pengaturan yaitu untuk bagian select cardnya kita pilih lokasi SDCard kita, Kemudian bagian Formating Option kita pilih Quick Format, lalu bagian Volume label kita biarkan saja tetap boot, setelah itu kita klik format dan tunggu sampai proses pemformatan SDCard selesai.
























Langkah Ketiga :

Setelah SDCard selesai di format selanjutnya masukkan OS Raspbian kedalam Memory dengan menggunakan software Etcher

Buka aplikasi Etcher, pilih SDCard kita sebagai pilihan utama bagian yang akan dimasukkan OS, kemudian klik Select Image dan kita pilih OS Raspbian yang sudah kita download diawal tadi, setelah itu klik flash dan tunggu sampai selesai.
















Langkah keempat:

Cabut SDCard dari card reader dan masukkan kedalam board Raspberry pi lalu rangkai seluruh komponen seperti keyboard, mouse, monitor, dan juga power supply sehingga terbentuk sebuah mini pc.

Hidupkan PowerSupply dan anda bias melihat OS Raspbian muncul di monitor anda.




Apa itu Acces point, Repeater, Hub, Router , Switch dan Bridge





Apa itu Acces point, Repeater, Hub, Router , Switch dan Bridge

A.  Access Point

Dalam ilmu jaringan komputer, pengertian Wireless Access Point yaitu perangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (seperti laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooh atau perangkat standar lainnya. WirelessAccess point umumnya dihubungkan ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan dapat digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless (seperti laptop, printer yang memiliki wifi) dan perangkat kabel pada jaringan.


Fungsi Access Point
Access Point berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak Client dapat saling terhubung melalui jaringan.
Sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel.
Access point dapat memancarkan atau mengirim koneksi data / internet melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin besar kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

B.  Repeater
Repeater adalah suatu alat yang berfungsi memperluas jangkauan sinyal WIFI yang belum tercover oleh sinyal dari server agar bisa menangkap sinyal WIFI. Perangkat Repeater harus 2 alat, yakni untuk menerima sinyal dari server (CLIENT) dan untuk menyebarkan lagi sinyal Wifi (accespoint)
Fungsi Repeater
o    Untuk mengover daerah-daerah yang lemah sinyal dari Server (pemancar)
o    Untuk memperjauh sinyal dari Server (pemancar)
  o    Untuk mempermudah akses sinyal Wifi dari Server 
C. Switch
Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. dia bekerja sebagai penyambung / concentrator dalam Jaringan. Switch mengenal MAC Adressing shingga bisa memilah paket data mana yang akan di teruskan ke mana.
Dan switch ini digunakan sebagai repeater/penguat. Berfungsi untuk menghubungkan kabel-kabel UTP ( Kategori 5/5e ) komputer yang satu dengan komputer yang lain. Dalam switch biasanya terdapat routing, routing sendiri berfungsi untuk batu loncat untuk melakukan koneksi dengan komputer lain dalam LAN.
D. Router
Router merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, dan router ini berperan penting sebagai penghubung/penerus paket data antara dua segmen jaringan atau lebih.
Router berfungsi utama sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Perbedaannya dengan Switch adalah kalau switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
E. HUB
Hub merupakan perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, Physical Layer. Sehingga dia hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung atau concentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. HUB tdk Mengenal MAC Addressing / Physical Addressing shingga tdk bisa memilah data yg harus ditransmisikan shingga collision tdk bisa dihindari dari penggunaan HUB ini

Fungsi HUB
o    Memfasilitasikan penambahan penghilangan atau penambahan workstation
o    Menambah jarak network ( fungsi sebagai repeater )
o    Menyediakan fleksibilitas dengan mensupport interface yang berbeda ( Ethernet, Toket ring, FDDI )
o    Menawarkan featur yang fault tolerance ( Isolasi Kerusakan )
o    Memberikan menegement yang tersentralisasi ( koleksi informasi, diagnostic)

 F. Bridge 
Bridge adalah sebuah komponen jaringan yang digunakan untuk memperluas jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge jaringan beroperasi di dalam lapisan data-link pada model OSI. Bridge juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti halnya antara media kabel Unshielded Twisted-Pair (UTP) dengan kabel serat optik atau dua buah arsitektur jaringan yang berbeda.
BRIDGE berfungsi untuk membagi sebuah jaringan hingga menjadi dua buah jaringan . BRIDGE mengatur informasi diantara kedua sisi network agar dapat berjalan dengan teratur .

Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable

Dalam jaringan LAN, kabel data yang sering digunakan untuk komunikasi antara komputer dengan komputer dan komputer dengan perangkat jaringan lainnya adalah Kabel UTP. Alasan yang membuatnya sering digunakan pada jaringan LAN adalah harganya yang relative murah serta mudah didapat, dan juga kabel UTP ini bisa diandalkan untuk sebatas jaringan LAN.
UTP merupakan kependekan dari Unshielded Twisted Pair. Mengapa disebut Unshielded? Mengapa disebut Twisted Pair? Dinamakan Unshielded karena kabel UTP tidak dilengkapi dengan pelinsung yang memungkinkan kabel tersebut kurang tahan dengan interferensi elektromagnetik. Disebut Twisted Pair karena didalamnya terdapat kabel-kabel yang disusun saling berpasangan spiral atau saling berlilitan.
Jumlah kabel yang ada didalam kabel UTP adalah 8, sehingga terdapat 4 pasang kabel yang saling berlilitan. Fungsi dari lilitan ini adalah sebagai eliminasi dan induksi kebocoran. Dari 8 buah kabel yang ada, yang digunakan untuk pengiriman dan penerimaan data hanya 4 saja (2 pasang). Apabila satu pasang bertindak sebagai pengirim (tx) pada ujung pertama, maka pada ujung kedua pasangan kabel tersebut akan bertindak sebagai penerima data (rx).
Standar EIA/TIA 568 menjelaskan spesifikasi kabel UTP sebagai aturan dalam instalasi jaringan
komputer. EIA/TIA menggunakan istilah kategori untuk membedakan beberapa tipe kabel UTP, berikut adalah katergori dari kabel UTP:
Kabel UTP Category 1
Kabel ini mentransmisikan data dengan kecepatan rendah. Biasanya digunakan untuk komunikasi telepon dan juga menghubungkan modem dengan line telepon.
Kabel UTP Category 2
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan transfer mencapai 4 Mbps. Kabel UTP kategori 2 ini sering digunakan untuk topologi token ring.
Kabel UTP Category 3
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan transfer mencapai 10 Mbps.
Kabel UTP Category 4
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan transfer mencapai 16 Mbps.
Kabel UTP Category 5
Mampu mentransmisikan data dengan kecepatan transfer mencapai 100 Mbps.
Kabel UTP Category 5e (enchanced
Mempu mentransmisikan data dengan kecepatan transfer mencapai 1000 Mbps, dengan freluensi 100 MHz.

Kabel UTP Category 6
Mempu mentransmisikan data dengan kecepatan transfer mencapai 1000 Mbps, dengan freluensi 200 MHz.
Kabel UTP Category 7
Mempu mentransmisikan data dengan kecepatan transfer mencapai 1000 Mbps, dengan freluensi 400 MHz.
Untuk dapat menghubung komputer dengan komputer atau perangkat jaringan lainnya, kabel utp menggunakan konektor RJ-45 sebagaimedia penghubungnya. Karena jumlah kabel ada 8 buah, jadi tidak boleh sembarangan dalam pemasangannya. Karena ada sebuah standard yang mengatur masalah penyusunan kabel UTP, yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B. Berikut adalah gambar yang menunjukan susunan kabel UTP berdasarkan EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Nah, berdasarkan standard tersebut kita dapat membuat 3 jenis atau tipe penyusunan kabel UTP, yaitu Straight Through Cable, Cross Over Cable, dan Roll Over Cable. 
1. Straight Through Cable 
Jenis kabel ini menggunakan standar yang sama antara ujung satu dengan ujung yang satunya lagi. Jika pada ujung pertama susunan yang kita pakai adalah EIA/TIA 568A, maka pada ujung yang kedua kita menggunakan susunan yang sama pula yaitu EIA/TIA 568A. Begitu juga bila salah satu ujungnya menggunakan susunan EIA/TIA 568B, maka ujung satunya menggunakan susunan yang sama.
Jadi sederhananya, pin 1 pada salah satu ujung akan terhubung dengan pin 1 pada ujung yang lainnya, lalu pin 2 akan terhubng dengan pin 2, dan seterusnya.
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel straight trought ini biasanya digunakan untuk menghubungkan:
  • PC dengan Switch
  • PC dengan HUB
  • Sitch dengan Rotuter
  • dll, intinya perangkat tersebut bukan yang sejenis
2. Cross Over Cable
Penyusunan kaebel Cross Over (Silang) berbeda dengan kabel Straight Trought (Lurus). Jika pada ujung satu menggunakan standar EIA/TIA 568A, maka pada ujung kedua harus menggunakan standar EIA/TIA 568B. Bisa kita lihat bersama pada gambar dibawah ini, kabel yang menyilang merupakan kabel yang berfungsi untuk mengirim dan menerima data, sedangkan dua pasang kabel yang lain susunannya tetap.
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel Cross Over digunakan untuk menghubungkan:
  • PC dengan PC
  • Switch Dengan Switch
  • Hub dengan Hub
  • Router dengan Router
  • dll
3. Roll Over Cable
Pada sistem CISCO, ada satu cara lain pemasangan kabel UTP, yang digunakan untuk
menghubungkan sebuah terminal (PC) dan modem ke console Cisco Router atau console switch
managible, cara ini disebut dengan Roll-Over. Kabel Roll-Over tersebut sebelumnya terkoneksi
dengan DB-25 atau DB-9 Adapter sebelum ke terminal (PC).
Anda dapat mengenali sebuah kabel roll-over dengan melihat ke dua ujung kabel. Dimana warna
kabel dari sisi yang satu akan berbalik pada sisi kabel di ujung yang lain. Misalnya kabel putih
orange yang berada pada pin 1 ujung satu, akan berada pada pin 8 ujung lainnya. Berikut adalah ilustrasi yang menggambarkan kegunaan dan pemasangan tipe kabel roll over.
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel UTP, Penjelasan dan Urutan Tipe Kabel Straight Trought, Cross Over, dan Roll Over Cable
Kabel roll over digunakan untuk menghubungkan:
  • PC dengan Console Router
  • PC dengan Console Switch Manage